Breaking News

Bimbingan Kepribadian Perdana Bapas Kelas II Sampit, Upayakan Klien Untuk Move On

 (27/02) Bapas Kelas II Sampit melaksanakan kegiatan Bimbingan Kepribadian Klien Pemasyarakatan dengan mengusung tema “Tumbuhkan Jiwa Mandiri dan Berdayaguna Bagi Klien Pemasyarakatan” yang bertempat di Aula Bapas Kelas II Sampit mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini merupakan kegiatan bimbingan kepribadian yang pertama dilaksanakan di tahun anggaran 2024 dengan dihadiri oleh 10 (sepuluh) orang klien pemasyarakatan beserta jajaran pegawai baik struktural maupun fungsional. 

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Bapas Kelas II Sampit, Setyo Prabowo yang menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan keyakinan kepada klien pemasyarakatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi “saya harap saudara-saudara sekalian tidak terjerumus lagi dalam pelanggaran hukum seperti sebelumnya, harus move on dari hal-hal dan lingkungan yang negatif agar dapat beradaptasi di masyarakat dengan baik” tegasnya. 

Berikutnya merupakan kegiatan inti yang dipandu oleh Tim Psikologi Bapas Sampit terdiri dari Naomi Fricilla, Gusti Ayu Dian, Asye Say Br Saragih, dan Meyfriza Nasution yang merupakan Pembimbing Kemasyarakatan Pertama Bapas Kelas II Sampit. Pada kegiatan ini terbagi menjadi 3 (tiga) sesi yaitu Sungai Kehidupan yang bertujuan untuk merefleksikan diri agar dapat menelaah perbuatan baik dan buruk serta menjadi pribadi yang lebih baik. Balon Kehidupan yang bertujuan agar klien dapat menyalurkan emosi negatif yang terpendam dengan cara yang lebih tepat. Terakhir adalah sesi Pohon Kehidupan yang bertujuan untuk mengenali tujuan hidup klien. 

Kasubsi Bimbingan Klien Dewasa, Reza Febriansyah selaku Ketua Pelaksana Kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan bimbingan kepribadian menjadi upaya bagi Bapas Kelas II Sampit untuk membantu kesiapan klien dalam menjalani integrasi di masyarakat “ini adalah upaya kami untuk memenuhi hak-hak klien sesuai dengan kebutuhannya, menjadi wadah bagi klien dalam merespon kendala (baca: kondisi mental) yang dihadapi klien selama berada di masyarakat juga, agar klien dapat sepenuhnya move on dari hal-hal yang negatif” terangnya.


Humas Bapas Sampit

0 Komentar

© Copyright 2023 - Suarapost.com - Berita Terbaru Hari Ini, Peristiwa Terkini